Pages

Jumat, 25 Februari 2011

PSSI Bakal Gunakan Wasit Asing Pimpin ISL

PSSI akhirnya menggunakan wasit asing untuk memimpin pertandingan kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) 2010/11. Namun demikian, secara teknis saat memimpin wasit asing dikombinasikan dengan wasit lokal .

Hal itu diungkapkan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid kepada wartawan di sekretariat PSSI Senayan, Rabu (26/1) petang. Namun demikian, Nurdin menolak keputusan menggunakan wasit asing itu sebagai bentuk ketidakpercayaan diri PSSI.

Sebelumnya, penggagas kompetisi Liga Primer Indonesia menggunakan wasit asing saat pertandingan amal di Surabaya dan Malang, akhir tahun lalu. Tapi, Nurdin bersikukuh kalau penggunaan wasit asing tersebut merupakan jawaban atas aspirasi anggota PSSI, seperti Pengprov PSSI maupun klub-klub peserta ISL.

Namun, kata Nurdin Halid, pemakaian wasit asing tersebut baru dilakukan pada putaran kedua ISL, Februari mendatang. “Kita kombinasikan antara wasit asing dengan wasit kita,” kata Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.

Sekjen PSSI Nugraha Besoes kepada wartawan mengatakan, PSSI sudah melakukan kontak dengan pengurus Federasi Sepakbola Malaysia, Federasi Sepakbola Singapura maupun Federasi Sepakbola Australia.

Hingga saat ini, sudah ada 20-24 nama wasit asing dari Singapura, Malaysia maupun Australia yang dimiliki PSSI. Namun, dari mereka nantinya hanya 10 wasit saja yang akan bertugas memimpin pertandingan. “Kita coba wasit di lapangan tengah dulu,” kata Nugraha.

Mengapa tidak dicoba mereka sekaligus saat memimpin pertandingan? Nugraha Besoes mengatakan, “Kita juga harus menghargai wasit kita. Kehadiran wasit asing juga diharapkan mampu mentransfer ilmu mereka dengan baik,” kata dia.

Para wasit asing itu nantinya datang dengan sistem coming home. Artinya, mereka datang dua hari sebelum memimpin pertandingan, serta pulang sehari setelah pertandingan digelar.

Apakah kehadiran wasit asing mengindikasikan kualitas wasit Indonesia buruk? Nurdin Halid mengatakan, kalau dilihat dari indeks jumlah kartu kuning maupun merah yang diberikan di pertandingan kandang maupun tandang, sangat banyak. Sayang, Nurdin tidak bisa menjelaskan angka-angkanya.

“Jadi, ini tidak ada hubungannya dengan kualitas wasit kita,” kata Nurdin seraya menjelaskan bahwa ini adalah asipirasi yang sudah diminta klub, pengrov maupun klub-klub spekbola anggota PSSI, sejak lama.

0 komentar:

Posting Komentar