Pages

Sabtu, 26 Februari 2011

Wow, Desa Ini Diyakini Sarang Alien dan Bebas Kiamat

0 komentar

Seorang walikota di Prancis frustasi dan meminta bantuan militer untuk mengusir para pemburu UFO yang terus berdatangan ke wilayahnya.



Tak hanya itu, ia juga kesal menghadapi arus kedatangan orang-orang yang meyakini wilayah itu satu dari sedikit wilayah di Bumi yang akan selamat dari kiamat.

Picturesque Bugarach berada di wilayah Aude di selatan Prancis. Sebuah desa kecil yang damai yang hanya dihuni 189 orang.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, ketenangan para penduduknya terusik pendatang yang yakin kaki gunung Pic de Bugarach, yang tingginya 4.000 kaki, adalah sarang alien.

Desas-desus beredar bahwa alien menetap di sebuah lokasi di bawah gunung, menunggu saat berakhirnya dunia, dan menyelamatkan beberapa orang yang beruntung. Ada juga yang menganggap gunung itu keramat dan akan terhindar dari kehancuran pada 21 Desember 2012, akhir penanggalan Bangsa Maya.

"Jika tiba-tiba 10.000 orang datang besok, penduduk desa yang kurang dari 200 orang bakal kewalahan," kata Jean-Pierre Delord seperti dimuat Daily Mail, Rabu 22 Desember 2010.

"Aku telah memberitahu pihak berwenang dan kami ingin tentara berada menanganinya. Jika perlu, militer datang ke sini pada Desember 2012."

Menurut dia, kecemasan penduduk bertambah saat mengetahui sebuah situs di Amerika Serikat menjual tiket menuju Bugarach. "Mereka melakukan bisnis, mengorganisasi orang untuk wisata religi, berdoa, dan meditasi di sini," kata dia.

Diceritakan Delord, orang-orang mulai datang ke wilayahnya saat seorang penduduk lokal melaporkan penampakan UFO. "Dia mengaku melihat alien dan mendengar dengung pesawat mereka di bawah gunung."

Rumor tersebut diperkuat dugaan bahwa peramal Prancis, Nostradamus pernah tinggal di wilayah itu pada abad ke-16. Juga isu penemuan galian misterius Nazi di sana.

Tak hanya sekadar datang, sejumlah orang yang percaya keajaiban desa itu bahkan membeli properti di kaki gunung tersebut. Kursus soal UFO juga mulai ditawarkan di sana.

Valerie Austin, yang pindah dari Newcastle 22 tahun lalu mengatakan, Bugarach adalah daerah yang indah dan tenang. "Sekarang, Anda bisa menjumpai orang sedang berdoa dan bermeditasi di mana pun."

Selengkapnya...

Mana Lebih Baik, Kloset Duduk vs Jongkok

0 komentar

SALAH satu area yang paling sering kita kunjungi setiap harinya adalah kamar mandi. Yup, demi menuntaskan “panggilan alam”, meski berada di luar rumah, kita pun harus menggunakan toilet umum.

Nah, faktor higienitas dan kenyamanan patut diperhatikan bukan? Seperti kita tahu, keberadaan kloset jongkok akhir-akhir ini mulai tergantikan dengan kloset duduk. Alasan kepraktisan dan modernisasi memang diutamakan. Tapi tahukah Moms, sumber penyakit berupa bakteri atau virus “menghantui” kloset duduk yang sehari-hari digunakan untuk umum!

Simak artikel berikut seputar kesehatan si pengguna toilet:

Plus-Minus Kloset Duduk
Saat menggunakan kloset duduk, rasa nyaman lebih terasa karena saat BAB atau BAK tak menyebabkan perut tertekan sekaligus menghindari timbulnya rasa pegal pada kaki, paha, betis, lutut, dan punggung.

“Biasanya orang yang lanjut usia, ibu hamil, individu yang mengalami obesitas, hingga yang memiliki masalah kesehatan utamanya yang berhubungan dengan tulang, otot dan persendian kaki memilih untuk menggunakan kloset duduk. Kloset jenis ini juga tepat digunakan pada orang yang telah mengalami penurunan fleksibilitas dan kekuatan otot serta keseimbangan tubuh yang buruk,” jelas dr Muki Partono SpOT dari Rumah Sakit Jakarta.

Walaupun terkesan lebih simpel, namun perlu dicermati faktor kebersihannya. Apalagi jika kita memanfaatkan fasilitas umum yang notabene higienitasnya jauh berbeda dengan higienitas di rumah pribadi yang masih bisa dikontrol.

Wanita Lebih Rentan Terkena ISK
“Saat duduk, tentu bagian paha dan bokong harus menempel pada dudukan kloset. Hal inilah yang rentan menjadi sarana perpindahan kuman dan virus penyakit yang ada pada permukaan dudukan kloset,” tutur dr Dewi Ratih Hendarto Putri SpOG Msi Med dari Cinere Hospital.

Seraya mengamini, dr Nooryda Hardjono SpKK dari Skin Beauty, Menteng, Jakarta Pusat menambahkan, “Infeksi dapat menjalar ke saluran kencing dan alat kelamin wanita. Risiko yang paling ringan adalah infeksi pada kulit vagina yang bisa disebabkan bakteri atau jamur. Keluhannya gatal-gatal, kulit sekitar vagina memerah, daerah selangkangan gatal hingga memerah khususnya daerah antara vagina dan anus yang mengalami kontak dengan dudukan toilet.”

Tidak higienisnya kloset duduk dapat menyebabkan seseorang mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) akibat terpapar bakteri E. coli, Pseudomonas dan Klebsiella. Konon wanita lebih rentan terkena ISK loh Moms!

Dewi menjelaskan, “Posisi kandung kemih yang berdekatan dengan vagina yang menyebabkan kerentanan itu terjadi. Sedangkan vagina rentan menjadi sumber kuman dan bakteri, sehingga saat terjadi infeksi dengan mudah dapat menjalar ke saluran kemih. Lain halnya dengan laki-laki, selain karena saat BAK pun posisinya berdiri sehingga dapat meminimalisir organ intim bersentuhan dengan dudukan kloset. Jarak antara penis dan kandung kemih lebih jauh, salurannya lebih panjang sehingga bakteri atau virus sulit masuk, kemungkinan berpindahnya jadi lebih kecil.”

“Umumnya gejala awal yang timbul jika seseorang terkena ISK adalah keputihan serta anyang-anyangan, yaitu keinginan untuk buang air kecil secara terus-menerus, padahal keluarnya hanya sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali,” imbuh Nooryda.

Nooryda kembali menegaskan, “Ingat! Infeksi yang terjadi pada kelamin atau mulut vagina dapat menjalar lebih dalam lagi! Jika hal itu terjadi dapat mengakibatkan Endometritis (infeksi rongga rahim) hingga infeksi Salpingitis (saluran telur) yang menyebabkan tertutupnya saluran telur sehingga penderita tidak dapat memiliki keturunan.”

Jangan Jongkok di Toilet Duduk!
Solusinya? Eits, jangan salah kaprah! Sebagian orang kadang memilih jalan pintas dengan berjongkok di atas kloset duduk untuk menghindari dudukan kloset yang kotor.

“Hal itu tidak boleh dilakukan! Karena bahan pembuat kloset cenderung licin dan tidak mampu menahan berat manusia yang bertumpu pada satu titik. Akibatnya saat Anda kesulitan menyeimbangkan tubuh, utamanya orang yang memiliki gangguan tulang, sendi dan otot kaki, bisa jadi Anda justru terpeleset dan terjerembab ke dalam toilet. Ini malah lebih bahaya. Selain pantat Anda jadi menyentuh dasar toilet yang penuh bakteri, kuman dan virus penyakit, cedera atau luka serius bisa terjadi!” tegas Muki.

Siasati Penggunaan
Tip dr Dewi Ratih Hendarto Putri SpOG Msi Med saat menggunakan kloset duduk di ruang publik:

- Jangan lupa bersihkan dudukan kloset terlebih dulu sebelum menggunakannya. Di beberapa mal besar dan area publik, biasanya menyediakan cairan pembersih dudukan kloset sejenis disinfektan di dalam kubikel toilet. Sebagai pengganti, Anda juga dapat menggunakan cairan antiseptik yang biasa dijual di apotek. Gunakan tisu untuk membalurkan cairan tersebut. Setelah dibalurkan merata pada dudukan kloset, diamkan sekitar 2-3 menit hingga kering dan cairan bekerja maksimal.

- Selain cairan disinfektan, beberapa tempat umum biasanya menyediakan kertas khusus pelapis dudukan kloset. Pastikan Anda memasang kertas tersebut dengan tepat, jangan sampai terbalik! Duduklah dengan perlahan agar kertas tidak bergeser dari posisi yang semestinya. Kertas toilet hanya dapat digunakan satu kali saja, jadi segera buang setelah kloset selesai digunakan. Kertas ini dapat dibeli di supermarket dan toko peralatan rumah tangga.

- Jika tak ada cairan disinfektan maupun kertas pelapis toilet, gunakan tisu gulung yang tersedia. Lapisi seluruh dudukan kloset hingga tertutup sempurna, jika memungkinkan buat dua hingga tiga lapisan agar sisa-sisa air di dudukan kloset tidak tembus. Duduk secara perlahan agar tisu tidak bergeser atau jatuh, segera buang setelah selesai menggunakan kloset.

- Jangan membuka dudukan kloset saat ingin digunakan, karena posisi bokong Anda akan semakin mendekati lubang kloset dan kemungkinan menyentuh pinggiran dalam kloset yang higienitasnya buruk akan lebih besar.

- Untuk penggunaan di rumah, naikkan dudukan kloset setiap kali selesai digunakan, tujuannya agar permukaannya kering. Kuman, bakteri, virus senang loh berkembang-biak di tempat yang lembap!
Selengkapnya...

Inilah 6 Rahasia Agar Hubungan Selalu Awet

0 komentar

BANYAK faktor yang bisa membuat sebuah hubungan cinta bertahan lama. Berikut adalah enam rahasia untuk membuat hubungan asmara awet.

Hubungan percintaan biasanya selalu mengalami kondisi yang berubah selama bertahun-tahun. Menyadari bagaimana orangtua kita bisa bertahan mencintai pasangannya masing-masing selama puluhan tahun, tentu membuat Anda bertanya-tanya bagaimana bisa melaluinya? Berikut adalah beberapa tip yang dinukil dari Times of India:

1. Selalu jujur
Ini merupakan kebutuhan dasar untuk hubungan apapun untuk bertahan dalam kisah asmaranya. Anda hanya harus percaya kepada pasangan dan biarkan dia yakin bahwa mereka dapat memercayai Anda.

2. Terima pasangan apa adanya
Tidak ada seorang pun yang sempurna. Beberapa dari kita ceroboh. Beberapa dari kita sering terlambat, beberapa terlalu obsesif kompulsif tentang banyak hal. Anda hanya harus menerima orang dengan apa adanya.

3. Bila Anda salah, akuilah
Menegaskan bahwa Anda selalu benar adalah perbuatan yang sama sekali tidak benar. Cukup berani untuk mengakui bahwa Anda tidak selamanya benar, merupakan cara terbaik membuat hubungan senantiasa awet.

4. Bicara tentang masalah Anda dengan pasangan
Duduklah dengan pasangan dan berbicara empat mata tentang apa saja yang mengganggu Anda. Hal ini akan memperkuat hubungan dan membuat Anda melalui suka dan duka bersamanya.

5. Jadilah mandiri
Tentu saja Anda mencintai pasangan. Namun sebaiknya Anda tidak selalu mengandalkan pasangan untuk menghadapi segala hal.

6. Jangan sembarang bicara
Kendati tengah berargumen, namun pilihlah kata-kata yang bijak. Ini berlaku untuk setiap hubungan. Setiap perkataan dapat melukai orang, dan Anda harus berhati-hati ketika tengah berdebat dengannya. Selengkapnya...