Pages

Senin, 21 Februari 2011

Bangunan-bangunan Unik Dari Korek Api

0 komentar















Selengkapnya...

7 Hewan yang Banyak Dibenci Manusia

0 komentar

Berikut 7 hewan paling banyak dibenci oleh manusia

1. Kutu rambut
http://3.bp.blogspot.com/_uRwn1Q0GLlY/TF2satxxRzI/AAAAAAAAAo8/sBHZin_cDbI/s1600/lice.jpg
Seperti namanya, hewan ini tumbuh pada rambut manusia. Jika perutnya kosong, kutu rambut berwarna abu-abu. Kutu yang satu ini mempertahankan hidupnya dengan menghisap darah yang ada pada kepala manusia. Saat menghisap darah, hewan ini mengeluarkan suatu enzim untuk memperlambat proses pembekuan darah. Kutu rambut tidak dapat terbang, hanya saja dapat meloncat dari satu kepala ke kepala orang lain.

2. Kutu Busuk
Dinamakan kutu busuk mungkin karena baunya sangat busuk. Hewan ini sering dijumpai pada tepi-tepi kasur yang telah usang, bantal, dan pada lekukan-lekukan kayu. Hewan ini mengkonsumsi darah manusia agar tetap hidup. Gigitannya memang tidak berbekas, namun gigitannya memberikan reaksi gatal. Hewan ini mampu bertahan hidup sampai berbulan-bulan tanpa mengkonsumsi darah hingga akhirnya mati dengan tubuh kekeringan. Yang menarik lagi, hewan ini mampu hidup normal walaupun separuh badannya telah dipotong.

3. Tikus
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQaetPGlNlnTiedaiiRKOSHSpAKyOp9HCzKl-19X8Mje0vxK0ByAyjTQQYj
Tikus memang dikenal sebagai hama yang paling merugikan. Tikus tidak akan mendatangi suatu tempat, kecuali akan dirusaknya. Karena sering mengerat bahan-bahan pokok kebutuhan manusia, kebanyakan orang akan segera membunuhnya jika melihat hewan yang satu ini. Banyak upaya yang dilakukan untuk memusnahkan tikus, namun menurut penelitian, tubuh tikus sangat kuat terhadap racun jenis apapun bahkan dengan racun tikus sekalipun.

4. Nyamuk
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQvwmJ86Dbe6d2-wIFiC95HBpgNhSjY7G6tLpaCU5P0xwQ2qDydPw
Siapa yang suka dengan nyamuk. Nyamuk dicap sebagai hewan paling menganggu dalam tidur. Nyamuk biasanya hidup dan berkembang biak di genangan air, barang-barang bekas, dan di tempat-tempat penampungan air. Tubuh yang tergigit nyamuk akan terbentuk tonjolan kecil berwarna merah dikarenakan nyamuk mengeluarkan enzim pada saat menggigit tubuh manusia. Tahukah Anda, hanya nyamuk betina saja yang mengkonsumsi darah manusia, sedangkan nyamuk jantan hanya menghisap sari bunga. Hal ini dilakukan oleh nyamuk betina untuk meneaskan telur-telurnya.

5. Lalat
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSVC6n17XTa95MFBziI3m-NOtxiC1Z4DbdKyZwvcZjOP1F_sApu
Lalat merupakan sumber penyakit. Pasalnya, ia sering dijumpai di tempat-tempat yang kotor dan sering pula hinggap pada makanan. Terkadang hewan ini juga sering mengerumuni manusia bahkan hinggap pada tubuh manusia. Lalat memang sukar untuk dibunuh sehingga dianggap sebagai hewan yang sangat mengganggu kehidupan manusia.

6. Kecoa
http://dunianakal.files.wordpress.com/2010/03/kecoa.jpg
Dari tempat-tempat yang kotor hingga di lemari pakaian sering dijumpai kecoa. Kebanyakan orang mempunyai fobia terhadap hewan yang satu ini. Banyak orang yang geli untuk melihat kecoa sehingga kebanyakan orang tidak berharap untuk bertemu kecoa. Tapi tahukah Anda bahwa kecoa mampu bertahan hidup selama 9 hari walaupun kepalanya telah dipotong.

7. Lintah
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTSn-QxsXXBpBk4j4Xav1r3Ou3H3bh0Vc6_6dBe_6SPlqwdhVtt
Lintah merupakan hewan penghisap darah. Jika sudah melekat di tubuh manusia, lintah sangat sukar dilepaskan bila belum merasa kenyang. Ada cara tersendiri untuk melepaskan lintah dari tubuh, yaitu dengan memberinya cairan garam. Meskipun merugikan, ada juga orang yang memanfaatkan lintah sebagai media pengobatan.
Selengkapnya...

9 Teknik Unik Laba-laba Memburu Mangsanya

0 komentar

Kebanyakan orang mengira bahwa laba2 adalah hewan yang menggunakan jaring untuk menangkap mangsanya. Namun perkiraan ini sama sekali tidak menceriterakan kisah laba-laba secara keseluruhan, karena jaring-jaring yang ajaib dari segi arsitektur maupun dari segi rekayasanya bukan lah satu-satunya cara laba2 untuk menangkap mangsanya. Disamping membuat jaring, laba2 menggunakan taktik-taktik lain yang menakjubkan saat berburu.

1. Laba-laba Pelempar Lasso
Dari sekian banyak spesies laba-laba, salah satu yang paling menarik karena teknik-teknik berburunya adalah laba2 "Bolas". Berdasarkan hasil riset rinci terhadap mahluk ini, seorang pakar laba2, Dr. Gertsch, menemukan bahwa laba-laba ini menggunakan hidungnya untuk menangkap mangsanya.

Banyak orang mengira kalau laba2 adalah serangga. Namun, ilmuwan mengklasifikasikan laba2 dalam kelas arachnid (bersama kalajengking, kutu, tungau), yang dalam beberapa hal berbeda dengan serangga. Laba2 mempunyai delapan kaki, sementara semut, lebah, kumbang, dan serangga lain hanya mempunyai enam kaki. Kebanyakan serangga juga mempunyai sayap dan antena sedangkan laba2 tidak. Arachnid termasuk filum Artropoda.
Di dunia terdapat lebih dari 30.000 jenis laba-laba yang diketahui, dan bisa dikelompokkan dari cara hidupnya.
a) Laba-laba pemintal jaring membuat jaring untuk menangkap serangga.
b) Laba-laba pemburu mengejar serangga atau menunggu mereka.
Dari segi struktur tubuh seperti taringnya, laba-laba dikelompokkan atas laba-laba sejati dan tarantula

Dalam buku yang sama, penulisnya mengevaluasi pergerakan laba-laba yang terencana ini dengan istilah-istilah berikut:

Menyiapkan bandul lengket di ujung benang.
Membuat dan melepaskan dari tubuhnya zat bau yang dibuat ngengat betina untuk memikat pasangan jantannya.
Melemparkan lasso pada mangsanya lebih cepat dari pandangan manusia.
Membidikkan lasso tepat mengenai mangsanya.
Akhirnya, membuat benang khusus yang dapat menjaga kesegaran mangsa, serta membungkusnya

2. Pintu-perangkap Untuk Hidup Di Gurun

Saat memburu mangsanya, laba-laba pintu-perangkap hanya meletakkan kaki-kaki depannya di luar.

Gambar ini memperlihatkan jalan masuk ke pintu jebakan sarang laba-laba

3. Laba-laba Penyamar Yang Ulung

Bertentangan dengan kepercayaan umum, banyak jenis laba-laba berburu tanpa membangun jaring. Salah satunya adalah Laba-laba kepiting. Ia menyamarkan dirinya pada bunga-bungaan dan menyantap lebah-lebah yang hinggap padanya.


4. Berburu Dengan Jaring Tangga Melingkar

Bagi banyak mahluk hidup, jaring laba-laba merupakan perangkap maut. Namun ada beberapa mahluk yang dapat selamat dari perangkap maut ini. Sebagai contoh, ngengat-biasa tidak mempan terhadap jaring laba-laba karena debu pada tubuhnya menutupi perekat pada jaring dan membuatnya menjadi tidak efektif. Berkat debu inilah ngengat dapat lolos dengan mudah.

Namun ngengat masih dapat terjerat oleh jaring yang konstruksinya tidak biasa. Jaring laba-laba Skoloderus, yang tinggal di daerah tropis, berbeda dari kebanyakan jaring, dan tampilannya mirip dengan kertas-lalat. Dengan cara ini, Skoloderus mudah menangkap ngengat. Laba-laba Skoloderus membangun jaring yang panjangnya satu meter dengan lebar 15-20 sentimeter, mirip sebuah tangga. Ngengat yang tertangkap jatuh ke dasar jaring. Selama jatuh, ngengat kehilangan sebagian besar debu pelindung yang mencegahnya menempel pada jaring biasa, dan akhirnya terjerat dalam perangkap Skoloderus

5. Laba-laba Pelempar-Jala: Dinopis

Jaring Dinopsis, tidak seperti milik laba-laba lain, mempunyai keunikan berupa dilemparkan kepada korbannya. Gambar-gambar tersebut menunjukkan tahap-tahap dari teknik perburuan Dinopis. Laba-laba ini bergantung pada seutasbenang yang dicantolkannya pada sebuah dahan atau ranting. Lalu ia menunggu untuk menyergap. Tidak ada jalan kabur bagi mangsa yang lewat di bawahnya. Laba-laba ini tiba-tiba melompat dan melemparkan jaringnya kepada mangsanya.

6. Laba-laba Portia: Penipu Ulung

Laba-laba Portia meniru dan memburu spesiesnya sendiri. Misalnya, Portia (bawah), dalam gambar ini, menipu Euryattus betina (atas) yang tinggal di daun tergulung yang ditahan dengan benang-benang sutera, dengan meniru upacara perkimpoian laba-laba Euryattus
Berbeda dari kebanyakan laba-laba, selain membuat jaring, laba-laba Portia Fimbriata memburu mangsanya jauh dari jaringnya sendiri. Keistimewaan lain dari Portia adalah lebih menyukai spesiesnya sendiri dibanding serangga lain sebagai makanannya. Oleh karena itu, medan perburuannya umumnya jaring-jaring laba-laba lain. Saat berburu, ia menggunakan strategi menarik.

7. Teknik Memancing Dari Laba-laba Dolomedes

Spesies laba-laba ini dapat bergerak dengan nyaman di atas air, berkat cairan tahan air pada kaki-kakinya. Gambar ini menunjukkan seekor laba-laba air yang baru saja menangkap ikan.

Laba-laba yang menunggu untukmenyergap di jaring mereka yang ringkih dan bersembunyi di tengah rerimbunan, diciptakan sebagai mesin pembunuh sejati. Mereka bahkan dapat berjalan di air untuk berburu (bawah). Jika perlu mereka dapat membangun sebuah lonceng dan hidup di bawah air

8. Teknik Menyelam Laba-laba Lonceng



a) Laba-laba rakit bersiap untuk berburu di air.
b) Laba-laba tersebut, yang merasakan gerakan di dalam air dengan kaki-kakinya, menunggu tak bergerak sampai seekor ikan “Golyan” mendekat.
c-d) Setelah menangkap dan meracuni ikan itu, ia membawanya ke darat

9. Laba-laba Yang Menyerupai Roda


Laba-laba ini, yang sengaja membangun sarangnya di puncak bukit pasir, melenting begitu lebah liar mulai menggali sarangnya.
(Bawah) untuk memperoleh kecepatan, pertama laba-laba mengambil beberapa langkah, kemudian, sambil melipat masuk kelima kakinya yang berhubungan, ia bergerak cepat, seperti roda yang berguling menuruni bukit
Ketika menghadapi bahaya, beberapa spesies laba-laba di gurun Namibia, Afrika Barat-Daya, menarik kaki-kakinya sehingga membentuk tubuhnya tepat seperti roda. Dengan gerakan jungkir-balik yang berulang, ia menjauh dari bahaya dengan cepat.
Ukuran laba-laba ini sekitar 2,5-3 sentimeter dan dapat bergerak dengan kecepatan 2 meter per detik. Sebagai bahan perbandingan, putaran tubuh laba-laba dalam bentuk rodanya sama dengan putaran roda kendaraan dengan kecepatan 40 kilometer per jam.

Selengkapnya...